Saturday, June 4, 2011

STUDI KELAYAKAN BISNIS SOSIS TEMPE

Created by: Faroh Adibah, Hesvibet Elvajulnine, Himawan Satriyotomo, Pradita Eka Rahadianto, Seli Oktina, Faizal Muhammad Alhaq, Tazqiyatur Rofiah, Siti Julia Normawati Achsani.

Pendahuluan

Usaha Kecil Menengah dalam pengembangnya diperlukan Studi Kelayakan Proyek walau dalam skala kecil dan sederhana,hal ini dilakukan untuk menghindari keterlanjuran penanaman Modal yang ternyata tidak menguntungkan (Suad Hasan,Suwarsono Muhammad,”Studi Kelayakan Proyek”,UPP AMP YKPN).

Disamping Studi Kelayakan juga tak kalah penting adalah Riset Pemasaran hal ini dilakukan agar UKM tersebut dapat terbantu untuk mengetahui Keinginan,Kebutuhan sekaligus Kepuasan Konsumen (Nugroho J Setiadi ,”Perilaku Konsumen” Penerbit Prenada Media).

Beberapa Aspek dalam Riset Pemasaran antara lain adalah Riset Harus memperhatikan masalah Budaya setempat,Sosial ekonomi,Pribadi dan Juga Aspek Psikologis dari Konsumen.

Dengan memperhatikan Studi kelayakan Proyek dan Riset Pemasaranya maka kita dapat menentukan jenis usaha apa atau produk apa yang akan kita kerjakan, dengan demikian resiko kegagalan dapat ditekan seminimal mungkin.

Dalam rangka meningkatkan pendapatan Keluarga pada saat krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti saat ini diperlukan usaha usaha yang bersifat Agresif, Kreatif, Penuh perhitungan dan Berorientasi Pasar.

Usaha tersebut juga diharapkan mampu memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya sangat melimpah baik,itu angkatan kerja baru maupun angkatan kerja yang oleh karena kondisi perekonomian Makro terpaksa harus menganggur akibat tidak adanya kesempatan bekerja atau terkena PHK.

Dengan demikian pengembangan Proyek itu sendiri ada dua yaitu dari Aspek Ekonomi dan dari Aspek Sosial,Aspek Ekonomi adalah untuk meningkatkan pendapatan sementara Aspek sosial adalah untuk membantu Masyarakat dalam mengatasi Pengangguran.

Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia (Rukmana, 2001). Pembuatan sosis tempe memiliki prospek yang baik mengingat banyaknya konsumsi tempe di tanah air, sehingga membuka peluang usaha untuk mengolah tempe menjadi aneka makanan olahan yang lebih variatif dan menarik seperti sosis tempe. Tempe adalah sumber protein dalam pembuatan sosis tempe. Tempe merupakan makanan yang diantaranya adalah melancarkan pencernaan, mempunyai gizi yang tinggi, zat gizinya mudah disersap dalam tubuh, mengandung zat yang menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi, sebagai senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas, mempunyai sifat dapat menurunkan kadar kolesterol darah (Darwin, 1995).

Tujuan

  • Memberikan variasi makanan bagi masyarakat

  • Membuka peluang usaha baru

  • Menyerap tenaga terampil dan mengurangi pengangguran


Lokasi

Merupakan industri rumah tangga jadi segala aktifitas produksi bisa dilakukan di rumah.


Analisis SWOT

  • Strength

Tempe memiliki pangsa pasar yang besar di indonesia dengan harga yang murah serta mudah diolah serta kandungan gizi yang bagus. Ini merupakan kekuatan dari bahan baku yang terkandung dari sosis tempe.

  • Weaknesses

Tempe sebagai bahan baku hanya mampu bertahan selama beberapa hari saja biasanya 3 hari.

  • Peluang

Memiliki peluang yang besar karena masih belum ada produk yang mengemas sosis tempe sebagai produk kemasan merek yang kuat.

  • Ancaman

Karena merupakan makanan olahan yang akan di distributor ke pedagang lalapan, ancaman akan datang dari pedagang kaki lima penjual mie ayam pangsit, nasi goreng dll sebagai kompetitor.


Segmentasi pasar

Memfokuskan pada pembeli lalapan serta mereka yang menjadi vegetarian.

Jumlah pekerja

Karena merupakan industri rumah tangga jadi memperkirakan hanya membutuhkan 4 tenaga kerja. 2 orang sebagai tenaga pengolah dan 2 orang sebagai distributor ke klien.

Desain usaha

Memberikan pelayanan sebagai supplier sosis tempe kepada penjual lalapan. Hal ini sangat berpeluang melihat di daerah malang banyak sekali penjual lalapan yang berlokasi disekitar area kampus, dan mayoritas pembelinya adalah kalangan mahasiswa.

Operational

Dalam operasai kita bagi menjadi 3 tahap. Pengolahan, pengemasan, dan pengiriman.

  • pengolahan

Untuk membuat sosis tempe, bahan-bahan yang dipersiapkan yaitu

  1. Tempe

  2. Putih telur

  3. Air es

  4. Tepung tapioka

  5. Minyak jagung.

  6. Bumbu-bumbu ( Bawang putih 0,44 gram, garam 2,50 gram, gula pasir 0,68 gram, lada )

Cara Pembuatan :

  1. Teimbang tempe 71,38 gram lalu dipotong-potong menjadi beberapa potongan kecil, lalu dihaluskan dengan cara digiling atau ditumbuk.

  2. Masukkan 37,5 gram putih telur, bumbu, air es 7,3 gram dan juga tepung tapioka 7,5 gram.

  3. Tuangkan 28,62 gram minyak jagung ke dalam campuran bahan sambil diaduk-aduk hingga menjadi adonan yang menyerupai pasta.

  4. Masukkan adonan itu ke dalam casing (selongsong) sepanjang 10 cm lalu diikat ujungnya dengan benang erat-erat.

  5. Setelah itu, sosis tempe dimasak. Pemasakan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti perembusan, pengukusan, pengasapan, pemasakan secara kering dengan menggunakan oven serta kombinasi dari cara-cara tersebut. Penggunaan asap pada pemasakan terutama bertujuan untuk memberikan cita rasa khas, mengawetkan, menghasilkan produk yang khas dan mencegah oksidasi.



  • Pengemasan

Sosis tempe yang telah jadi kemudian di dinginkan dan dikemas menggunakan plastik tipis khusus untuk membungkus sosis. Sosis dikemas dengan sistem kedap udara sehingga tidak ada organisme yang masuk dan bisa memperlama daya tahan sosis.

  • Pemasaran

Pemasaran dilakukan dengan dua cara yaitu dengan penjualan secara langsung dan penjualan melalui website. Untuk pembayaran pemebelian melalui website dapat di transfer ke rekening yang tersedia.

  • Pengiriman

Karena mengutamakan kualitas serta daya tahan dari sosis sangat rentan dalam jangka waktu yang lama maka produksi dilakukan dengan cara pemesanan dalam jangka waktu 2 hari jadi dan segera dikirim ke klien dengan kualitas sosis masih sangat bagus.

  • Arus Kas

Tempe = Rp. 200.000,00

Telur = Rp. 50.000,00

Air es = Rp. 10.000,00

Tepung tapioka = Rp. 50.000,00

Minyak jagung = Rp. 50.000,00

Bumbu-bumbu = Rp. 50.000,00


TOTAL = Rp. 310.000,00

No comments:

Post a Comment

Lowongan pekerjaan 2022